Mendengarkan isi artikel

Sejarah Probolinggo dalam Karesidenan Besuki

Probolinggo memiliki hubungan penting dengan sejarah Karesidenan Besuki pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Dalam struktur administratif kolonial, wilayah Probolinggo pernah menjadi bagian dari Karesidenan Besuki, sebuah wilayah administratif yang mencakup kawasan timur Jawa Timur.

Probolinggo Dalam Karesidenan Besuki

Probolinggo Dalam Karesidenan Besuki

Hubungan tersebut penting untuk memahami perjalanan sejarah Probolinggo sebelum terbentuknya pemerintahan daerah modern seperti Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Apa Itu Karesidenan Besuki?

Karesidenan atau residentie merupakan wilayah administratif pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang dipimpin oleh seorang residen.

Karesidenan Besuki merupakan salah satu wilayah administratif penting di Jawa Timur bagian timur. Dalam perkembangannya, wilayah ini mencakup Probolinggo bersama beberapa daerah lain seperti Besuki, Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi. (Kebudayaan)

Besuki sendiri memiliki posisi penting dalam pemerintahan kolonial. Kompleks bekas kantor karesidenan dan rumah residen di Besuki menjadi salah satu peninggalan fisik yang menunjukkan keberadaan struktur pemerintahan tersebut. (Kebudayaan)

Probolinggo dalam Wilayah Karesidenan Besuki

Hubungan administratif Probolinggo dengan Karesidenan Besuki dapat dilihat secara jelas dalam catatan tahun 1823.

Sebuah kajian yang menggunakan sumber Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat struktur wilayah Karesidenan Besuki tahun 1823. Dalam tabel tersebut, Probolinggo tercatat sebagai kabupaten, dengan wilayah yang dibagi ke dalam Afdeeling Probolinggo dan Afdeeling Kraksaan. (Repository)

Afdeeling Probolinggo pada catatan tersebut mencakup sejumlah distrik, antara lain:

  • Lamajang
  • Probolinggo
  • Tengger
  • Dringu
  • Katapang
  • Tongas

Sementara Afdeeling Kraksaan mencakup:

  • Kraksaan
  • Jabong
  • Paiton
  • Gending
  • Pajarakan
  • Jogopaten

Pembagian tersebut memperlihatkan bahwa wilayah yang sekarang dikenal sebagai Probolinggo Raya memiliki struktur pemerintahan yang cukup kompleks pada masa kolonial. (Repository)

Probolinggo Bukan Selalu Berdiri sebagai Karesidenan Tersendiri

Istilah โ€œKaresidenan Probolinggoโ€ perlu digunakan secara hati-hati.

Dalam sumber sejarah yang mencatat struktur administratif tahun 1823, Probolinggo ditempatkan sebagai kabupaten di dalam Karesidenan Besuki, bukan sebagai karesidenan yang berdiri sendiri. (Repository)

Karena itu, istilah yang lebih tepat untuk pembahasan sejarah adalah:

โ€œProbolinggo dalam Karesidenan Besukiโ€

daripada menganggap seluruh periode sejarah menunjukkan adanya sebuah Karesidenan Probolinggo yang berdiri sendiri.

Perubahan struktur pemerintahan kolonial terjadi beberapa kali sehingga status dan pembagian administratif suatu wilayah tidak selalu sama sepanjang masa.

Afdeeling Probolinggo dan Afdeeling Kraksaan

Pembagian antara Afdeeling Probolinggo dan Afdeeling Kraksaan menjadi bagian penting dalam memahami sejarah administrasi wilayah tersebut.

Afdeeling merupakan satuan administratif yang berada dalam struktur pemerintahan kolonial.

Catatan Karesidenan Besuki tahun 1823 menunjukkan bahwa Probolinggo memiliki dua lingkungan administratif utama tersebut. (Repository)

Pembagian ini juga membantu menjelaskan mengapa Kraksaan mempunyai kedudukan penting dalam sejarah Kabupaten Probolinggo.

Pada masa sekarang, Kraksaan dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo. Namun dalam sejarah kolonial, wilayah Kraksaan sudah memiliki posisi administratif tersendiri dalam struktur pemerintahan kawasan tersebut.

Probolinggo Sebelum Menjadi Kota Modern

Jauh sebelum pembentukan Kota Probolinggo dalam bentuk pemerintahan modern, wilayah ini memiliki sejarah yang panjang.

Sumber resmi Pemerintah Kota Probolinggo menyebut bahwa kawasan tersebut pada masa Majapahit dikenal sebagai Banger, yang berkaitan dengan nama sungai yang mengalir di kawasan tersebut. (https://dprdkota.probolinggokota.go.id)

Dalam perkembangan berikutnya, Banger menjadi bagian dari perubahan politik dan administrasi di Jawa Timur.

Pada masa pemerintahan kolonial, wilayah Banger kemudian berkembang dalam struktur pemerintahan yang lebih terorganisasi. Pemerintah Kota Probolinggo mencatat bahwa pada tahun 1770, nama Banger diubah menjadi Probolinggo pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Djojonegoro. (https://dprdkota.probolinggokota.go.id)

Perubahan nama tersebut menjadi salah satu bagian penting dari sejarah identitas Probolinggo.

Dari Banger Menuju Probolinggo

Perjalanan sejarahnya dapat digambarkan secara sederhana:

Banger

โ†“

Perkembangan pemerintahan kolonial

โ†“

Probolinggo

โ†“

Bagian dari Karesidenan Besuki

โ†“

Afdeeling Probolinggo dan Kraksaan

โ†“

Perkembangan pemerintahan daerah

โ†“

Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo

Urutan tersebut bukan berarti seluruh perubahan terjadi dalam satu periode yang sederhana. Administrasi kolonial mengalami berbagai reorganisasi sesuai dengan kebijakan pemerintah pada masanya.

Karena itu, sejarah Probolinggo perlu dibaca sebagai proses perubahan administratif yang berlangsung bertahap.

Karesidenan Besuki dan Kepentingan Ekonomi

Karesidenan Besuki mempunyai posisi strategis dalam perkembangan ekonomi Jawa Timur bagian timur.

Pada masa kolonial, wilayah ini mengalami perubahan besar akibat kebijakan ekonomi dan pertanian pemerintah Hindia Belanda, termasuk penerapan Cultuurstelsel sejak 1830.

Kajian sejarah yang menggunakan laporan Karesidenan Besuki tahun 1823 menunjukkan bahwa struktur administratif dan ekonomi wilayah tersebut mengalami perubahan dalam perkembangan pemerintahan kolonial. (Repository)

Probolinggo sebagai salah satu wilayah di dalam kawasan Besuki ikut berada dalam lingkungan perubahan tersebut.

Posisi geografis Probolinggo yang berada di jalur antara wilayah Jawa Timur bagian barat dan kawasan timur Jawa juga memberikan arti strategis dalam perkembangan transportasi, perdagangan, dan pemerintahan.

Besuki sebagai Pusat Karesidenan

Besuki menjadi salah satu pusat pemerintahan penting dalam struktur karesidenan.

Peninggalan bangunan bekas rumah residen dan kantor karesidenan di Besuki menjadi bukti fisik keberadaan pemerintahan kolonial tersebut. Balai Pelestarian Kebudayaan mencatat bahwa bangunan bekas kantor karesidenan berada di sekitar Alun-Alun Besuki. (Kebudayaan)

Keberadaan bangunan tersebut penting karena menunjukkan bahwa sejarah Karesidenan Besuki bukan hanya tercatat dalam dokumen, tetapi juga meninggalkan jejak arsitektur dan ruang kota.

Probolinggo dalam Jaringan Wilayah Besuki

Jika dilihat dalam konteks regional, Probolinggo tidak berdiri sendiri.

Wilayahnya terhubung dengan:

Besuki

Panarukan

Bondowoso

Jember

Banyuwangi

serta wilayah-wilayah lain di Jawa Timur bagian timur.

Dalam sumber kebudayaan pemerintah, Karesidenan Besuki disebut mencakup Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi pada periode tertentu. (Kebudayaan)

Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa sejarah Probolinggo merupakan bagian dari sejarah regional Jawa Timur bagian timur.

Perubahan Administrasi dari Masa ke Masa

Salah satu hal yang perlu dipahami ketika mempelajari sejarah Probolinggo adalah bahwa batas wilayah tidak selalu sama dengan batas wilayah sekarang.

Kabupaten, afdeeling, distrik, karesidenan, dan satuan pemerintahan lainnya mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan pemerintah kolonial.

Karena itu, ketika membaca istilah seperti:

Probolinggo

Kraksaan

Besuki

Panarukan

atau Karesidenan Besuki, perlu dilihat pula periode waktunya.

Contohnya, tabel Karesidenan Besuki tahun 1823 memperlihatkan Probolinggo dan Kraksaan berada dalam struktur administratif yang berbeda di bawah Karesidenan Besuki. (Repository)

Dari Karesidenan Menuju Pemerintahan Indonesia

Setelah berakhirnya pemerintahan kolonial dan berdirinya Republik Indonesia, struktur pemerintahan daerah mengalami perubahan.

Satuan seperti karesidenan secara bertahap tidak lagi menjadi bentuk utama pemerintahan daerah seperti pada masa Hindia Belanda.

Perjalanan tersebut kemudian menghasilkan struktur pemerintahan modern yang mengenal Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo sebagai dua wilayah administratif yang berbeda.

Sejarah Kota Probolinggo sendiri mencatat berbagai tahapan perkembangan pemerintahan daerah hingga masa setelah kemerdekaan. (https://dprdkota.probolinggokota.go.id)

Mengapa Sejarah Karesidenan Besuki Penting bagi Probolinggo?

Memahami hubungan Probolinggo dengan Karesidenan Besuki membantu menjelaskan bahwa sejarah Probolinggo tidak hanya merupakan sejarah sebuah kota atau kabupaten.

Probolinggo merupakan bagian dari jaringan sejarah regional Jawa Timur bagian timur.

Hubungan tersebut mencakup:

  • pemerintahan;
  • perdagangan;
  • pertanian;
  • transportasi;
  • perubahan wilayah;
  • perkembangan kota;
  • dan hubungan antardaerah.

Dengan demikian, sejarah Probolinggo dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar sejarah lokal.

Karesidenan Besuki dalam Identitas Probolinggo Raya

Bagi konsep Ensiklopedia Probolinggo Raya, sejarah Karesidenan Besuki merupakan salah satu mata rantai penting.

Struktur pengetahuan sejarahnya dapat dibuat:

Banger

โ†’ Probolinggo

โ†’ Pemerintahan Kolonial

โ†’ Karesidenan Besuki

โ†’ Afdeeling Probolinggo

โ†’ Afdeeling Kraksaan

โ†’ Perubahan Administratif

โ†’ Kabupaten Probolinggo & Kota Probolinggo

Struktur tersebut membantu pembaca memahami perubahan wilayah secara kronologis dan administratif.

Kesimpulan

Probolinggo memiliki hubungan historis yang kuat dengan Karesidenan Besuki pada masa Hindia Belanda.

Catatan administratif tahun 1823 menempatkan Probolinggo sebagai kabupaten dalam Karesidenan Besuki, dengan pembagian antara Afdeeling Probolinggo dan Afdeeling Kraksaan. (Repository)

Karena itu, istilah โ€œProbolinggo dalam Karesidenan Besukiโ€ lebih tepat digunakan untuk menjelaskan kedudukan administratif Probolinggo dalam konteks sejarah kolonial.

Sejarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang wilayah Probolinggo, mulai dari Banger, perubahan nama menjadi Probolinggo, perkembangan pemerintahan kolonial, hubungan dengan Karesidenan Besuki, hingga terbentuknya pemerintahan daerah Indonesia modern.

Bagi Probolinggo Raya, sejarah Karesidenan Besuki bukan sekadar catatan administratif. Ia merupakan bagian dari jejak sejarah regional yang menjelaskan bagaimana wilayah, pemerintahan, masyarakat, dan identitas Probolinggo berkembang dari masa ke masa.

Referensi

  • Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI โ€” dokumentasi sejarah Besuki dan bekas kompleks Karesidenan Besuki. (Kebudayaan)
  • Direktorat Pelindungan Kebudayaan โ€” Bangunan Eks Karesidenan Besuki Bisa Menjadi Museum. (Kebudayaan)
  • Digital Repository Universitas Jember โ€” kajian berdasarkan Algemeen verslag der Residentie Baezoeki over den jare 1823. (Repository)
  • DPRD Kota Probolinggo โ€” Kilas Sejarah Kota Probolinggo. (https://dprdkota.probolinggokota.go.id)
  • Pemerintah Kota Probolinggo โ€” dokumentasi sejarah Kota Probolinggo. (DLH Probolinggo Kota)

Eksplorasi konten lain dari PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Post Disclaimer

Informasi yang terdapat dalam situs web ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi disediakan oleh PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan) dengan judul Probolinggo dalam Karesidenan Besuki dan meskipun kami berupaya menjaga agar informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan sehubungan dengan situs web maupun informasi, produk, layanan, atau grafik terkait yang terdapat di dalamnya untuk tujuan apa pun.

Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi di situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, termasuk namun tidak terbatas pada kerugian tidak langsung atau konsekuensial, yang timbul dari penggunaan situs web ini.

Waspada terhadap informasi penipuan yang mengatasnamakan PT Probolinggo Digital Pratama.

Alamat resmi perusahaan: Jl. Raya Bundaran Glaser (Gladak Serang), Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.


Tamael154

Prayoga Saktian Pratama Prameres, atau Tamael, lahir di Probolinggo pada 1 Oktober 1989. Lulusan SMA Negeri 1 Bululawang jurusan IPS ini dikenal sebagai profesional di bidang programming, web development, digital marketing. Ia menguasai keahlian seperti UI/UX Design, WordPress, SEO, AI, dan system analysis, dengan minat besar pada digital dan bisnis online. Mengusung konsep Digital First, Tamael mendirikan PT Probolinggo Digital Pratama serta membangun ekosistem 101 Probolinggo Digital Raya. Fokusnya adalah mengembangkan knowledge hub, digital ecosystem, dan local identity, sehingga digitalisasi dapat menjadi pilar penguatan identitas daerah sekaligus membuka peluang usaha baru. ๐Ÿ‘‰ Ringkasnya, Tamael adalah sosok arsitek programmer yang menjembatani teknologi dengan budaya lokal Probolinggo melalui inovasi digital sudah berusia tua kata kebanyakan orang dan pada dasarnya sudah tua bukan usia muda terbukti di dunia kerja di batasi di bawah 35 tahun. Anjing expaired............ tu si bos enaknya di laporkan ke Kemenaker biar di sanksi mutlak. Semoga cepat gulung tikar......

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Minak Tamael (Rest area 54)
Kirim melalui WhatsApp