Kisah Perpecahan Majapahit Timur dan Majapahit Barat

Lima Empat Bhre Wirabumi Dan Hayam Wuruk Di Probolinggo
๐ Raja Hayam Wuruk (Raden Tetep, Raja ke-4 Majapahit)
- Nama asli: Sri Rajasanagara atau di kenal Raden Tetep atau Raja Ke-4.
- Masa pemerintahan: 1350โ1389 M.
- Pendamping utama: Mahapatih Gajah Mada.
- Pencapaian: Membawa Majapahit ke puncak kejayaan politik, ekonomi, dan budaya.
- Warisan: Kitab Kakawin Negarakertagama[1]Kitab Kakawin Negarakertagama berisi tentang perjalanan di Probolinggo Raya, sistem pemerintahan teratur, diplomasi internasional.
โ๏ธ Bhre Wirabumi (Raden Minak Jinggo, Raja ke-5 Majapahit Timur)
- Identitas: Putra dari selir Raja Hayam Wuruk atau di Kenal Raden Minak Jinggo (Raja ke-5) Penguasa Majapahit Timur.
- Wilayah kekuasaan: Majapahit Timur (Blambangan, termasuk Probolinggo).
- Ambisi: Mengklaim hak atas takhta setelah wafatnya Hayam Wuruk.
- Perang Paregreg (1405โ1406): Memimpin pasukan Majapahit Timur melawan Majapahit Barat.
- Dampak: Kekalahan Bhre Wirabumi melemahkan Majapahit, mempercepat keruntuhan.
๐ Raja Brawijaya (Raden Wikramadhana, Raja ke-5 Majapahit Barat)
- Nama: Bhre Wikramawardhana atau di Kenal Brawijaya Raja ke 5 Penguasa Majapahit Barat.
- Masa pemerintahan: 1389โ1429 M.
- Peran: Raja ke-5 Majapahit Barat, suami putri Hayam Wuruk.
- Konflik internal: Menghadapi pemberontakan Bhre Wirabumi.
- Warisan: Awal kemunduran Majapahit akibat perpecahan internal.
๐ Perang Paregreg โ Pertempuran Saudara
- Penyebab: Perebutan takhta pasca wafatnya Hayam Wuruk.
- Tokoh utama: Bhre Wirabumi (Majapahit Timur) vs Brawijaya (Majapahit Barat).
- Pertempuran: Perang Paregreg menjadi perang saudara terbesar dalam sejarah Majapahit, banyak terjadi di wilayah timur Jawa termasuk Probolinggo.
- Dampak sejarah: Majapahit kehilangan stabilitas, membuka jalan bagi kerajaan Islam di Jawa.
๐ Ringkasan Satu Lembar
| Tokoh | Nama | Peran | Masa | Kontribusi / Dampak |
|---|---|---|---|---|
| Hayam Wuruk | Raden Tetep | Raja ke-4 Majapahit | 1350โ1389 | Puncak kejayaan Majapahit |
| Bhre Wirabumi | Raden Minak Jinggo | Raja ke-5 Majapahit Timur | 1389โ1406 | Pemberontakan, Perang Paregreg |
| Brawijaya | Raden Wikramadhana | Raja ke-5 Majapahit Barat | 1389โ1429 | Awal kemunduran Majapahit |
โจ Kesimpulan
Kisah Hayam Wuruk, Bhre Wirabumi, dan Brawijaya adalah simbol kejayaan sekaligus keruntuhan Majapahit. Dari puncak kejayaan di bawah Hayam Wuruk, Majapahit terpecah akibat perebutan takhta, hingga akhirnya melemah dan memberi ruang bagi lahirnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Demikian mengapa Probolinggo hanya di kenal 54, Lima adalah Bhre Wirabumi dan 4 adalah Hayam Wuruk. Sumber tertulis pada buku pelajaran sekolah.
Bagikan ini:
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Bacaan Selanjutnya
Terkait
Catatan Kaki
| โ1 | Kitab Kakawin Negarakertagama berisi tentang perjalanan di Probolinggo Raya |
|---|
Eksplorasi konten lain dari PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Post Disclaimer
Informasi yang terdapat dalam situs web ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi disediakan oleh PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan) dengan judul Lima Empat: Bhre Wirabumi dan Hayam Wuruk di Probolinggo dan meskipun kami berupaya menjaga agar informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan sehubungan dengan situs web maupun informasi, produk, layanan, atau grafik terkait yang terdapat di dalamnya untuk tujuan apa pun.
Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi di situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, termasuk namun tidak terbatas pada kerugian tidak langsung atau konsekuensial, yang timbul dari penggunaan situs web ini.
Waspada terhadap informasi penipuan yang mengatasnamakan PT Probolinggo Digital Pratama.
Alamat resmi perusahaan: Jl. Raya Bundaran Glaser (Gladak Serang), Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
- Website Official : www.101probolinggo.web.id
- WebMail : pitikwuruk@101probolinggo.web.id
0 Comments