Mendengarkan isi artikel

Hari Jadi Kabupaten Probolinggo: 18 April dan Jejak Sejarah Banger

Hari Jadi Kabupaten Probolinggo diperingati setiap 18 April. Tanggal tersebut merujuk pada momentum pelantikan Kiai Djojolelono sebagai Bupati Banger pada 18 April 1746, yang kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo. Pada 2025, peringatan tersebut memasuki usia ke-279. (Radar Bromo)

Hari Jadi Kabupaten Probolinggo

Hari Jadi Kabupaten Probolinggo

Hari Jadi Kabupaten Probolinggo bukan sekadar peringatan tahunan. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang sebuah wilayah yang memiliki sejarah sejak masa Majapahit, melalui periode Mataram dan kolonial, hingga menjadi bagian dari pemerintahan Republik Indonesia.

Banger sebagai Bagian dari Sejarah Probolinggo

Sebelum dikenal dengan nama Probolinggo, wilayah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan nama Banger.

Banger tercatat dalam narasi sejarah Majapahit. Dalam Negarakretagama, wilayah Banger disebut dalam perjalanan Prabu Hayam Wuruk di kawasan Jawa Timur. Sumber sejarah yang dibacakan dalam peringatan Harjakapro juga menempatkan Banger sebagai bagian dari perjalanan sejarah awal Kabupaten Probolinggo. (PANTURA7.com)

Karena itu, sejarah Kabupaten Probolinggo tidak dapat dipisahkan dari lapisan sejarah yang lebih tua di kawasan Banger.

18 April 1746: Kiai Djojolelono

Momentum yang menjadi dasar Hari Jadi Kabupaten Probolinggo terjadi pada 18 April 1746.

Pada tanggal tersebut, Kiai Djojolelono dilantik sebagai Bupati Banger pertama dengan gelar Tumenggung. Pusat pemerintahan pada masa itu berada di Kebonsari Kulon, wilayah yang sekarang berada di Kota Probolinggo. (PANTURA7.com)

Momentum pelantikan tersebut kemudian digunakan sebagai tonggak Hari Jadi Kabupaten Probolinggo.

Pada 18 April 2024, Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Jadi ke-278. Tahun berikutnya, 18 April 2025 menjadi Hari Jadi ke-279. (Radar Bromo)

Mengapa Bukan Tahun 1950?

Hal penting yang perlu dipahami adalah perbedaan antara hari jadi historis daerah dan pembentukan pemerintahan daerah dalam kerangka Republik Indonesia.

Kabupaten Probolinggo sebagai pemerintahan daerah dalam struktur Republik Indonesia berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten di Jawa Timur. Namun, Hari Jadi Kabupaten Probolinggo menggunakan tonggak sejarah yang jauh lebih awal, yaitu 18 April 1746. (PANTURA7.com)

Dengan demikian:

1746 โ†’ tonggak sejarah Hari Jadi Kabupaten

sedangkan

1950 โ†’ pembentukan pemerintahan daerah dalam struktur Negara Republik Indonesia.

Keduanya merupakan bagian berbeda dari sejarah administrasi Probolinggo.

Dari Banger Menjadi Probolinggo

Perjalanan sejarah kemudian membawa perubahan nama.

Setelah Kiai Djojolelono, pemerintahan Banger berlanjut kepada Kiai Djojonegoro. Pada sekitar 1770, nama Banger kemudian dikenal sebagai Probolinggo. Sumber sejarah lokal yang dikutip dalam berbagai publikasi menyebut nama Probolinggo dimaknai sebagai sinar yang terang atau cahaya yang memancar. (PANTURA7.com)

Perubahan nama tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan identitas wilayah.

Dengan demikian, dapat digambarkan secara sederhana:

BANGER
  โ†“
Bupati Banger
  โ†“
18 April 1746
  โ†“
Kiai Djojolelono
  โ†“
Perkembangan pemerintahan
  โ†“
Probolinggo
  โ†“
Kabupaten Probolinggo

Sejarah yang Lebih Panjang dari Sebuah Tanggal

Hari Jadi 18 April tidak berarti sejarah Kabupaten Probolinggo baru dimulai pada 1746.

Sebelum masa tersebut sudah terdapat sejarah Banger dan berbagai kerajaan yang memengaruhi kawasan Jawa Timur.

Bahkan narasi sejarah Kabupaten Probolinggo menempatkan Banger dalam konteks Majapahit, kemudian Mataram, VOC, pemerintahan Hindia Belanda, hingga Republik Indonesia. (PANTURA7.com)

Karena itu, 18 April merupakan tonggak peringatan pemerintahan Kabupaten, bukan batas awal seluruh sejarah wilayah Probolinggo.

Dari Masa Kolonial ke Republik Indonesia

Perubahan administrasi terus terjadi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Salah satu perubahan penting terjadi melalui Staatsblad 1928 Nomor 145 yang berkaitan dengan reformasi administrasi pemerintahan di Jawa Timur. Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Kraksaan sempat menjadi wilayah pemerintahan yang terpisah, sebelum Kabupaten Kraksaan kemudian dibubarkan dan wilayahnya kembali masuk Kabupaten Probolinggo pada 1935. (PANTURA7.com)

Setelah Indonesia merdeka, pembentukan pemerintahan daerah kemudian berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa wilayah administratif dapat berubah mengikuti perkembangan zaman, sementara identitas sejarah daerah tetap menjadi bagian dari memori masyarakat.

Kabupaten Probolinggo Masa Kini

Kabupaten Probolinggo saat ini merupakan wilayah yang berbeda secara administratif dari Kota Probolinggo.

Keduanya berada dalam kawasan yang sering disebut Probolinggo Raya, tetapi merupakan dua daerah otonom yang berbeda.

Kabupaten Probolinggo memiliki karakter wilayah yang luas dengan kawasan pesisir, pertanian, pegunungan, hingga kawasan wisata yang terhubung dengan Gunung Bromo.

Keberagaman geografis tersebut menjadi bagian dari identitas Kabupaten Probolinggo.

Hari Jadi sebagai Ruang Mengenang Sejarah

Setiap peringatan Harjakapro, masyarakat diajak kembali mengingat perjalanan daerah.

Pada peringatan Hari Jadi ke-279 tahun 2025, misalnya, kegiatan Harjakapro juga diisi dengan unsur budaya dan tradisi masyarakat, termasuk kesenian daerah, kegiatan keagamaan, serta pasar rakyat. (TIMES Jatim)

Artinya, Hari Jadi tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan.

Hari Jadi juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan:

Sejarah + Budaya + Masyarakat + Tradisi + Pembangunan.

Banger, Djojolelono, dan Identitas Kabupaten

Ada tiga unsur penting yang dapat digunakan untuk memahami Hari Jadi Kabupaten Probolinggo:

Banger

Menggambarkan lapisan sejarah awal wilayah Probolinggo.

Kiai Djojolelono

Menjadi tokoh yang terkait dengan tonggak pemerintahan Banger pada 18 April 1746.

Probolinggo

Menjadi identitas wilayah yang berkembang dan bertahan hingga masa sekarang.

Ketiganya membentuk salah satu alur penting dalam sejarah Kabupaten Probolinggo.

Hari Jadi Kabupaten dan Hari Jadi Kota

Karena berada dalam kawasan yang sama, Hari Jadi Kabupaten Probolinggo sering kali dapat tertukar dengan Hari Jadi Kota Probolinggo.

Padahal keduanya berbeda.

Kabupaten Probolinggo:

18 April 1746

dikaitkan dengan pelantikan Kiai Djojolelono sebagai Bupati Banger. (Radar Bromo)

Sementara Kota Probolinggo memiliki tonggak Hari Jadi yang berbeda.

Pemisahan informasi ini penting agar dokumentasi sejarah Probolinggo Raya tetap akurat.

Hari Jadi sebagai Identitas Digital

Di era digital, sejarah daerah tidak harus hanya tersimpan dalam buku atau arsip.

Sejarah dapat dikembangkan menjadi:

  • Ensiklopedia digital
  • Arsip sejarah
  • Peta sejarah
  • Timeline interaktif
  • Dokumentasi budaya
  • Database tokoh
  • Digital storytelling
  • Materi pendidikan
  • Knowledge hub daerah

Dengan demikian, Hari Jadi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah Kabupaten Probolinggo kepada generasi digital.

Penutup

Hari Jadi Kabupaten Probolinggo diperingati setiap 18 April.

Tanggal tersebut berakar pada momentum 18 April 1746, ketika Kiai Djojolelono dilantik sebagai Bupati Banger pertama. Momentum tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo. (Radar Bromo)

Namun sejarah Kabupaten Probolinggo jauh lebih panjang daripada satu tanggal.

Ada Banger, Majapahit, Hayam Wuruk, Mataram, Djojolelono, perubahan nama menjadi Probolinggo, masa kolonial, pembentukan pemerintahan Republik Indonesia, hingga Kabupaten Probolinggo modern.

Memperingati Hari Jadi berarti bukan hanya menghitung usia daerah.

Hari Jadi adalah cara untuk mengingat dari mana sebuah daerah berasal, memahami identitasnya pada hari ini, dan meneruskan sejarahnya ke masa depan.

18 April โ€” Hari Jadi Kabupaten Probolinggo

Banger adalah bagian dari sejarahnya.
Probolinggo adalah identitasnya.
Masyarakat adalah penggeraknya.
Masa depan adalah perjalanan berikutnya.


Eksplorasi konten lain dari PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Post Disclaimer

Informasi yang terdapat dalam situs web ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi disediakan oleh PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan) dengan judul Hari Jadi Kabupaten Probolinggo dan meskipun kami berupaya menjaga agar informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan sehubungan dengan situs web maupun informasi, produk, layanan, atau grafik terkait yang terdapat di dalamnya untuk tujuan apa pun.

Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi di situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, termasuk namun tidak terbatas pada kerugian tidak langsung atau konsekuensial, yang timbul dari penggunaan situs web ini.

Waspada terhadap informasi penipuan yang mengatasnamakan PT Probolinggo Digital Pratama.

Alamat resmi perusahaan: Jl. Raya Bundaran Glaser (Gladak Serang), Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.


Tamael154

Prayoga Saktian Pratama Prameres, atau Tamael, lahir di Probolinggo pada 1 Oktober 1989. Lulusan SMA Negeri 1 Bululawang jurusan IPS ini dikenal sebagai profesional di bidang programming, web development, digital marketing. Ia menguasai keahlian seperti UI/UX Design, WordPress, SEO, AI, dan system analysis, dengan minat besar pada digital dan bisnis online. Mengusung konsep Digital First, Tamael mendirikan PT Probolinggo Digital Pratama serta membangun ekosistem 101 Probolinggo Digital Raya. Fokusnya adalah mengembangkan knowledge hub, digital ecosystem, dan local identity, sehingga digitalisasi dapat menjadi pilar penguatan identitas daerah sekaligus membuka peluang usaha baru. ๐Ÿ‘‰ Ringkasnya, Tamael adalah sosok arsitek programmer yang menjembatani teknologi dengan budaya lokal Probolinggo melalui inovasi digital sudah berusia tua kata kebanyakan orang dan pada dasarnya sudah tua bukan usia muda terbukti di dunia kerja di batasi di bawah 35 tahun. Anjing expaired............ tu si bos enaknya di laporkan ke Kemenaker biar di sanksi mutlak. Semoga cepat gulung tikar......

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Minak Tamael (Rest area 54)
Kirim melalui WhatsApp