Lawatan Raja Hayam Wuruk Ke Banger
Lawatan Raja Hayam Wuruk ke Banger terjadi pada tahun 1359 [1]Sebagai dasar hari Jadi Nama Probolinggo tercipta, ketika sang raja Majapahit melakukan perjalanan keliling wilayah kekuasaannya dan singgah di daerah Banger (nama lama Probolinggo). Peristiwa penting ini ditandai dengan titah pembukaan alas Banger pada 4 September 1359, yang kemudian dijadikan dasar Hari Jadi Kota Probolinggo.

Lawatan Raja Hayam Wuruk Ke Banger Tahun 1359
๐ Konteks Sejarah Lawatan Raja Hayam Wuruk
- Tahun: 1359 Masehi.
- Sumber: Kakawin Negarakertagama karya Mpu Prapanca[2]Kitab yang berisi kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk di dampingi Mahapatih Gajah Mada bersama rombongan prajurit/pasukan membawa umbul-umbul sang saka gula kelapa yang kita kenal merah putih dengan โฆ Baca selengkapnya.
- Tujuan perjalanan: Bagian dari tradisi raja Majapahit berkeliling negara bawahan untuk mengawasi, memperkuat loyalitas dan mencegah pemberontakan.
- Wilayah yang dilalui: Baremi (Bremi), Borang (Wiroborang), Kraksaan tepi Sungai Banger dan lain-lain.
๐ Peristiwa di Banger (Probolinggo)
- Singgah di tepi Sungai Banger: Hayam Wuruk berhenti di tepi sungai yang airnya berbau anyir (banger).
- Titah penting: Memerintahkan pembukaan alas/hutan Banger (babat alas) untuk dijadikan sarana berkembangnya praja/daerah.
- Makna: Peristiwa ini menjadi cikal bakal berdirinya daerah Banger, yang kelak berkembang menjadi Kota Probolinggo. Dari nama Probolinggo yang mempunyai arti Raja Lungguh.
- Tanggal: 4 September 1359 โ dijadikan dasar Hari Jadi Kota Probolinggo.
๐๏ธ Makna Strategis Lawatan
- Politik: Lawatan memperkuat kontrol Majapahit atas daerah bawahan.
- Ekonomi: Pembukaan alas Banger membuka jalur pertanian dan perdagangan menuju pelabuhan laut.
- Budaya: Nama Banger menjadi identitas geografis yang melekat hingga kini, sebelum diganti menjadi Probolinggo oleh Bupati Joyonagoro.
- Simbolik: Lawatan ini menunjukkan peran raja sebagai pemimpin yang hadir langsung di wilayah rakyatnya.
Di era sekarang itu di namakan blusukan seperti di jaman Mantan Bapak Presiden Joko Widodo. Kalo jaman dulu lawatan atau kunjungan jika bahasa inggrisnya visit.
Bacaan Selanjutnya
๐ Ringkasan Fakta Sejarah Banger
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Tahun | 1359 M |
| Lokasi | Banger (Probolinggo lama) |
| Peristiwa utama | Titah membuka alas Banger |
| Tanggal penting | 4 September 1359 |
| Sumber sejarah | Kakawin Negarakertagama |
| Makna | Cikal bakal Kota Probolinggo |
๐ Kesimpulan Lawatan Raja Hayam Wuruk
Lawatan Raja Hayam Wuruk ke Banger bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi peristiwa strategis yang menandai lahirnya daerah Banger sebagai pusat pertanian dan perdagangan. Dengan titah membuka alas Banger pada 4 September 1359, wilayah ini kemudian berkembang menjadi Probolinggo. Peristiwa tersebut hingga kini dikenang sebagai Hari Jadi Kota Probolinggo, sekaligus bukti eratnya hubungan sejarah Majapahit dengan daerah pesisir utara timur Jawa atau Timur Laut.
Bagikan ini:
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Terkait
Catatan Kaki
| โ1 | Sebagai dasar hari Jadi Nama Probolinggo tercipta |
|---|---|
| โ2 | Kitab yang berisi kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk di dampingi Mahapatih Gajah Mada bersama rombongan prajurit/pasukan membawa umbul-umbul sang saka gula kelapa yang kita kenal merah putih dengan rincian total 9 garis dengan rincian 5 garis merah dan 4 garis putih. |
Eksplorasi konten lain dari PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Post Disclaimer
Informasi yang terdapat dalam situs web ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi disediakan oleh PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan) dengan judul Lawatan Raja Hayam Wuruk Ke Banger (Probolinggo) dan meskipun kami berupaya menjaga agar informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan sehubungan dengan situs web maupun informasi, produk, layanan, atau grafik terkait yang terdapat di dalamnya untuk tujuan apa pun.
Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi di situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, termasuk namun tidak terbatas pada kerugian tidak langsung atau konsekuensial, yang timbul dari penggunaan situs web ini.
Waspada terhadap informasi penipuan yang mengatasnamakan PT Probolinggo Digital Pratama.
Alamat resmi perusahaan: Jl. Raya Bundaran Glaser (Gladak Serang), Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
- Website Official : www.101probolinggo.web.id
- WebMail : pitikwuruk@101probolinggo.web.id
0 Comments