Perbedaan Artikel Evergreen dan Artikel Berita serta Rumus Evergreen dalam Copywriting Website
Dalam digital marketing, tidak semua artikel mempunyai umur yang sama antara Artikel Evergreen dan Artikel Berita. Ada artikel yang tetap dicari orang di internet karena menjawab kebutuhan pengetahuan yang tidak cepat berubah. Ada pula artikel yang sangat ramai ketika sebuah peristiwa terjadi, tetapi trafik dan perhatian pembacanya dapat menurun setelah peristiwa tersebut selesai.

Perbedaan Artikel Evergreen Dan Artikel Berita
Perbedaan ini dapat dipahami melalui istilah Evergreen Content dan News Content.
Contoh sederhananya:
๐ฑ โSejarah Hayam Wurukโ โ tipe pendidikan, evergreen, dan selalu memiliki kemungkinan dicari orang.
๐ฐ โArema vs Anu Menangโ โ tipe olahraga, aktual, dan dapat menjadi basi secara informasi setelah pertandingan selesai.
Konsep tersebut sangat penting dalam Digital Marketing, khususnya ketika membuat konten website menggunakan teknik Copywriting.
Apa Itu Evergreen Content?
Evergreen Content adalah konten yang memiliki nilai dan relevansi dalam jangka panjang.
Topiknya tidak bergantung pada satu momentum tertentu.
Contohnya:
โSejarah Hayam Wurukโ
Orang dapat mencari:
- siapa Hayam Wuruk;
- kapan Hayam Wuruk memerintah;
- bagaimana sejarah Majapahit;
- siapa Gajah Mada;
- bagaimana hubungan Hayam Wuruk dengan Majapahit.
Pertanyaan tersebut dapat muncul kapan saja.
Seorang siswa dapat mencarinya untuk belajar.
Mahasiswa dapat mencarinya untuk penelitian.
Guru dapat menggunakannya sebagai bahan pembelajaran.
Masyarakat umum dapat mencarinya karena ingin mengetahui sejarah.
Karena kebutuhan terhadap informasi tersebut dapat berulang, topik seperti ini mempunyai karakter evergreen.
Apa Itu Artikel Berita?
Artikel berita mempunyai karakter yang berbeda.
Berita berfokus pada:
- peristiwa;
- waktu;
- perkembangan;
- kejadian terbaru;
- hasil suatu kegiatan.
Contohnya:
โArema vs Anu Menangโ
Sebelum pertandingan, orang mencari prediksi atau jadwal.
Saat pertandingan berlangsung, pencarian meningkat.
Setelah pertandingan selesai, orang mencari hasil.
Setelah hasil diketahui, kebutuhan informasi tersebut dapat menurun.
Karena itu, artikel berita mempunyai umur aktualitas.
Bukan berarti berita tidak berguna.
Berita tetap dapat menjadi arsip dan dokumentasi sejarah.
Namun, nilai aktualnya dapat cepat menurun.
Evergreen vs Berita
| Aspek | Evergreen | Berita |
|---|---|---|
| Contoh | Sejarah Hayam Wuruk | Arema vs Anu Menang |
| Bidang | Pendidikan | Olahraga |
| Fokus | Pengetahuan | Peristiwa |
| Umur relevansi | Panjang | Cenderung pendek |
| Ketergantungan waktu | Rendah | Tinggi |
| Search intent | Belajar/memahami | Mengetahui kejadian |
| Trafik | Dapat berulang | Dapat melonjak |
| Setelah peristiwa | Tetap relevan | Dapat menjadi arsip |
| Copywriting | Edukatif + informatif | Aktual + cepat |
| Pemeliharaan | Update berkala | Update mengikuti kejadian |
Mengapa Evergreen Penting dalam Digital Marketing?
Dalam digital marketing, website bukan hanya tempat mempublikasikan tulisan.
Website dapat menjadi aset digital.
Artikel yang dibuat dengan pendekatan evergreen dapat terus memberikan manfaat setelah tanggal publikasinya berlalu.
Misalnya sebuah website membuat:
โApa Itu Web Developer?โ
Artikel tersebut dapat ditemukan oleh:
- pelajar;
- mahasiswa;
- pencari kerja;
- pemilik bisnis;
- calon programmer;
- orang yang ingin masuk industri digital.
Satu artikel dapat menjawab kebutuhan banyak kelompok pembaca.
Karena itu, evergreen content dapat menjadi bagian dari strategi organic search dan content marketing.
Copywriting Evergreen untuk Website
Copywriting website berbeda dengan sekadar menulis artikel panjang.
Copywriting bertujuan menyampaikan informasi dengan bahasa yang:
- jelas;
- mudah dipahami;
- relevan;
- menarik;
- meyakinkan;
- mengarahkan pembaca pada tindakan yang sesuai.
Dalam konteks evergreen, copywriter harus membuat konten yang tidak cepat kehilangan konteks.
Contohnya jangan terlalu bergantung pada:
โHari iniโฆโ
โMinggu iniโฆโ
โTerbaru tahun iniโฆโ
jika sebenarnya topiknya tidak membutuhkan konteks waktu.
Lebih baik menggunakan struktur:
Apa โ Mengapa โ Bagaimana โ Contoh โ Manfaat โ Kesimpulan
Struktur tersebut dapat tetap digunakan meskipun artikel sudah lama diterbitkan.
Tips Digital Marketing: Membuat Copywriting Evergreen
1. Mulai dari Pertanyaan yang Selalu Dicari
Cari pertanyaan yang kemungkinan tetap muncul.
Contoh:
Apa itu programmer?
Apa itu website?
Apa itu digital marketing?
Apa itu SEO?
Apa itu copywriting?
Pertanyaan tersebut mempunyai potensi umur pencarian yang panjang.
2. Gunakan Keyword yang Tidak Terlalu Terikat Waktu
Keyword seperti:
โhasil pertandingan Arema hari iniโ
sangat bergantung pada waktu.
Sedangkan:
โsejarah Hayam Wurukโ
lebih stabil.
Untuk evergreen, prioritaskan search query yang bersifat informasional dan tahan waktu.
3. Hindari Clickbait yang Cepat Kedaluwarsa
Judul:
โHeboh! Inilah Fakta Mengejutkan Hari Ini!โ
sangat bergantung pada momentum.
Untuk evergreen:
โSejarah Hayam Wuruk: Pemerintahan, Majapahit, dan Warisan Sejarahโ
lebih jelas mengenai nilai yang akan diperoleh pembaca.
4. Buat Judul yang Menjelaskan Isi
Judul evergreen sebaiknya langsung menjelaskan topik.
Formula:
[Topik] + [Informasi Utama] + [Nilai untuk Pembaca]
Contoh:
Sejarah Hayam Wuruk: Pemerintahan dan Peranannya dalam Majapahit
Web Developer: Pengertian, Tugas, Keahlian, dan Prospek Profesi
Jaran Bodhag Probolinggo: Sejarah, Bentuk, dan Makna Budaya
5. Gunakan Struktur Pyramid Information
Pembaca website biasanya ingin menemukan jawaban dengan cepat.
Karena itu:
Jawaban utama
โ
Penjelasan
โ
Detail
โ
Contoh
โ
Informasi tambahan
Jangan membuat pembaca harus membaca lima paragraf sebelum mengetahui definisi dasar.
6. Gunakan Internal Linking
Artikel evergreen akan semakin kuat apabila terhubung dengan artikel lain.
Misalnya:
Sejarah Hayam Wuruk
โ Majapahit
โ Gajah Mada
โ Nagarakretagama
โ Bhre Wirabhumi
โ Perang Paregreg
Internal linking membantu pembaca menemukan informasi terkait dan membangun struktur topical website.
7. Gunakan CTA yang Tidak Cepat Basi
CTA atau Call to Action sebaiknya tetap relevan.
Kurang evergreen:
โDaftar sekarang sebelum promo berakhir hari ini!โ
Lebih evergreen:
โPelajari panduan lengkap mengenai profesi Web Developer.โ
Jika memang ada produk atau promo yang waktunya terbatas, gunakan CTA temporal pada halaman yang sesuai.
8. Perbarui Informasi, Bukan Sekadar Tanggal
Artikel evergreen tidak perlu dibuat seolah-olah baru dengan mengganti tanggal.
Yang lebih penting adalah memperbaiki:
- fakta;
- sumber;
- data;
- struktur;
- internal link;
- contoh;
- informasi yang sudah tidak berlaku.
Dengan demikian, pembaruan benar-benar meningkatkan kualitas halaman.
Rumus Evergreen dalam Copywriting Website
Salah satu formula praktis yang dapat digunakan adalah:
EVERGREEN = SEARCH NEED + VALUE + CLARITY + DEPTH + TRUST + UPDATE
SEARCH NEED
Apakah orang mempunyai kebutuhan untuk mencari topik tersebut?
VALUE
Apakah artikel memberikan manfaat nyata?
CLARITY
Apakah pembaca langsung memahami jawabannya?
DEPTH
Apakah pembahasannya cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan?
TRUST
Apakah informasi mempunyai dasar dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan?
UPDATE
Apakah artikel dapat diperbaiki ketika informasi berkembang?
Rumus Copywriting Evergreen
Untuk penulisan halaman website, formula yang lebih praktis:
HOOK โ ANSWER โ EXPLAIN โ PROVE โ BENEFIT โ ACTION
1. HOOK
Tarik perhatian dengan pertanyaan atau masalah.
โSiapa sebenarnya Hayam Wuruk dan mengapa namanya penting dalam sejarah Majapahit?โ
2. ANSWER
Berikan jawaban inti dengan cepat.
โHayam Wuruk adalah raja Majapahit yang memerintah pada abad ke-14โฆโ
3. EXPLAIN
Berikan penjelasan lebih lengkap.
4. PROVE
Gunakan sumber, data, referensi, atau bukti yang relevan.
5. BENEFIT
Jelaskan mengapa informasi tersebut penting bagi pembaca.
6. ACTION
Arahkan pembaca ke langkah berikutnya.
Misalnya:
โBaca juga sejarah Majapahit dan Gajah Mada.โ
Formula Evergreen untuk Website
Formula lain yang dapat digunakan:
TOPIC โ INTENT โ ANSWER โ CONTEXT โ EVIDENCE โ RELATED CONTENT โ UPDATE
Contohnya:
TOPIC: Hayam Wuruk
โ
INTENT: ingin mengetahui sejarah
โ
ANSWER: siapa Hayam Wuruk
โ
CONTEXT: Majapahit
โ
EVIDENCE: sumber sejarah
โ
RELATED CONTENT: Gajah Mada, Nagarakretagama, Bhre Wirabhumi
โ
UPDATE: perbaikan sumber dan informasi
Hasil akhirnya bukan sekadar artikel.
Ia menjadi halaman pengetahuan.
Evergreen dalam Perspektif SEO
Evergreen content dapat mendukung SEO karena topik yang dibahas mempunyai kemungkinan dicari secara berulang.
Tetapi perlu ditekankan:
Evergreen bukan faktor ranking Google secara otomatis.
Tidak ada jaminan bahwa artikel evergreen akan selalu berada di posisi pertama Google.
Ranking tetap dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti relevansi terhadap query, kualitas konten, pengalaman pengguna, reputasi halaman/site, struktur website, dan banyak faktor lainnya.
Karena itu, jangan membuat evergreen hanya untuk mesin pencari.
Buatlah terlebih dahulu untuk manusia yang membutuhkan informasi.
Evergreen sebagai Digital Asset
Inilah perbedaan penting antara membuat artikel dan membangun aset digital.
Artikel berita:
Peristiwa โ Publikasi โ Trafik โ Arsip
Artikel evergreen:
Kebutuhan โ Informasi โ Pencarian โ Trafik โ Referensi โ Update
Jika website memiliki ratusan artikel evergreen berkualitas yang saling terhubung, website tersebut dapat berkembang menjadi knowledge base.
Contoh untuk 101Probolinggo
Konsep ini dapat diterapkan pada berbagai kategori.
Pendidikan & Sejarah
Sejarah Hayam Wuruk
Sejarah Majapahit
Sejarah Banger
Sejarah Probolinggo
Budaya
Jaran Bodhag Probolinggo
Tari Glipang Probolinggo
Budaya Pendalungan
Kuliner
Ketan Kratok Probolinggo
Soto Kraksaan
Nasi Glepungan
Digital First
Apa Itu Programmer?
Apa Itu Web Developer?
Apa Itu Digital Marketing?
Apa Itu Copywriting?
Apa Itu SEO?
Topik-topik tersebut dapat menjadi perpustakaan digital yang terus berkembang.
Kesimpulan
Artikel Evergreen dan artikel berita mempunyai fungsi yang berbeda.
๐ฑ โSejarah Hayam Wurukโ
Tipe pendidikan.
Memiliki kebutuhan pencarian jangka panjang.
Sedangkan:
๐ฐ โArema vs Anu Menangโ
Tipe olahraga.
Memiliki nilai aktual tinggi ketika pertandingan berlangsung dan dapat menjadi basi secara aktual setelah peristiwa selesai.
Dalam Digital Marketing dan Copywriting Website, pendekatan evergreen berarti tidak hanya mengejar trafik sesaat.
Tujuannya adalah membuat konten yang mempunyai umur manfaat panjang.
Rumus sederhananya:
EVERGREEN = SEARCH NEED + VALUE + CLARITY + DEPTH + TRUST + UPDATE
Sedangkan formula copywriting-nya:
HOOK โ ANSWER โ EXPLAIN โ PROVE โ BENEFIT โ ACTION
Dengan pendekatan tersebut, website dapat bergerak dari sekadar tempat menerbitkan artikel menjadi aset pengetahuan digital.
Untuk konsep 101Probolinggo.web.id, strategi ini sangat relevan: membangun konten yang bukan hanya ramai hari ini, tetapi masih berguna ketika seseorang mencarinya bertahun-tahun kemudian.
Eksplorasi konten lain dari PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments