Jaran Bodhag Probolinggo: Sejarah, Pertunjukan, Musik, dan Warisan Budaya
Jaran Bodhag merupakan salah satu kesenian tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Kota Probolinggo, Jawa Timur. Kesenian ini memiliki bentuk yang khas karena menggunakan properti kuda tiruan, bukan kuda asli, dan dipertunjukkan dalam bentuk arak-arakan dengan iringan musik tradisional. Pemerintah Kota Probolinggo mencatat Jaran Bodhag sebagai salah satu kesenian khas daerah, sementara data Warisan Budaya mencatatnya sebagai karya budaya dari Kota Probolinggo dalam domain seni pertunjukan.
Apa Itu Jaran Bodhag?
Jaran Bodhag adalah seni pertunjukan tradisional masyarakat Probolinggo yang menggunakan bentuk kuda tiruan sebagai bagian utama pertunjukan. Properti tersebut dibuat antara lain dari rotan dan kayu, kemudian dibentuk menyerupai kepala atau tubuh kuda sehingga penampilannya memberikan kesan seperti sedang menunggang kuda.
Menurut informasi Pemerintah Kota Probolinggo, Jaran Bodhag merupakan perkembangan dari kesenian yang lebih dahulu dikenal, yaitu Jaran Kencak. Perbedaannya terletak pada penggunaan properti kuda tiruan pada Jaran Bodhag.
Nama Jaran Bodhag kemudian melekat sebagai identitas kesenian tradisional Kota Probolinggo.
Sejarah Jaran Bodhag
Jaran Bodhag memiliki hubungan sejarah dengan kesenian Jaran Kencak. Dalam dokumentasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2014, Jaran Bodhag dijelaskan sebagai kesenian pertunjukan tradisional masyarakat Probolinggo.
Pada masa lalu, pertunjukan Jaran Bodhag digunakan untuk mengumumkan atau meramaikan hajat masyarakat, termasuk sunatan dan pernikahan. Perkembangan zaman kemudian membuat fungsi tersebut berubah. Pertunjukannya semakin banyak digunakan sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan masyarakat, acara daerah, pembukaan kegiatan, serta perayaan tertentu.
Perubahan fungsi tersebut menunjukkan bahwa Jaran Bodhag bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi kesenian yang terus mengalami penyesuaian dengan kehidupan masyarakat.
Bentuk Pertunjukan Jaran Bodhag
Salah satu ciri utama Jaran Bodhag adalah penyajiannya dalam bentuk arak-arakan.
Para pemain membawa atau menggunakan properti kuda tiruan yang dibuat menyerupai kuda. Penampilan tersebut kemudian dipadukan dengan gerakan tari, kostum, tata rias, serta musik pengiring.
Kostum Jaran Bodhag dikenal memiliki tampilan yang mencolok dan gemerlap sehingga mudah menarik perhatian masyarakat ketika pertunjukan berlangsung.
Dalam perkembangan pertunjukan modern, Jaran Bodhag juga dapat dikembangkan dalam bentuk tari kelompok dan pertunjukan panggung. Pada 2024, misalnya, Tari Kolosal Jaran Bodhag ditampilkan dalam rangkaian Semarak Hari Jadi Kota Probolinggo dengan puluhan penari, properti kuda tiruan, busana berwarna cerah, serta iringan musik tradisional.
Musik Pengiring Jaran Bodhag
Musik merupakan bagian penting dari pertunjukan Jaran Bodhag.
Sumber resmi Pemerintah Kota Probolinggo menyebut kenong telo sebagai salah satu musik pengiring, dengan tambahan sronen, yaitu instrumen musik tradisional yang memiliki keterkaitan dengan tradisi musik Madura.
Dokumentasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia juga mencatat sejumlah instrumen yang digunakan dalam penyajiannya, antara lain:
- kenong telloโ
- sronen
- kendang
- tambur
- saron
- gong
Perpaduan instrumen tersebut menghasilkan karakter musik yang kuat untuk mengiringi gerakan dan arak-arakan Jaran Bodhag.
Jaran Bodhag dan Identitas Budaya Probolinggo
Jaran Bodhag tidak hanya dapat dipandang sebagai hiburan tradisional. Kesenian ini merupakan bagian dari cara masyarakat Probolinggo mempertahankan identitas budaya melalui seni pertunjukan.
Keberadaannya juga memperlihatkan adanya pertemuan berbagai unsur budaya di wilayah Probolinggo, terutama dalam penggunaan musik dan bentuk pertunjukan yang berkembang di lingkungan masyarakat setempat.
Karena itu, Jaran Bodhag dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas sebagai bagian dari identitas budaya Probolinggo Raya.
Jaran Bodhag sebagai Warisan Budaya Takbenda
Jaran Bodhag telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Data resmi Warisan Budaya mencatat:
Nama karya budaya: Jaran Bodhag
Provinsi: Jawa Timur
Kabupaten/Kota: Kota Probolinggo
Domain: Seni Pertunjukan
Nomor SK: 270/P/2014
Tahun penetapan: 2014
Dokumentasi penetapan tahun 2014 juga mencatat Jaran Bodhag dengan nomor registrasi 2013004126, kategori seni tradisi, dengan masyarakat Probolinggo sebagai pengampu budaya.
Status tersebut penting karena menunjukkan bahwa Jaran Bodhag bukan sekadar kesenian lokal yang dikenal masyarakat, tetapi telah masuk dalam dokumentasi resmi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Pelestarian Jaran Bodhag
Pelestarian Jaran Bodhag membutuhkan keterlibatan berbagai generasi.
Salah satu bentuk pelestarian yang pernah dilakukan adalah festival dan pertunjukan yang melibatkan kelompok seni serta generasi muda. Pemerintah Kota Probolinggo pada 2023, misalnya, memberitakan Festival Kesenian Jaran Bodhag di Kelurahan Triwung Lor. Wilayah tersebut memiliki beberapa komunitas seni Jaran Bodhag yang melibatkan masyarakat sekitar.

Jaran Bodhag Probolinggo
Keterlibatan anak-anak dan remaja juga menjadi bagian penting dalam regenerasi. Pada 2026, pengenalan Jaran Bodhag bahkan dilakukan kepada murid TK melalui penggunaan properti kuda tiruan sebagai media untuk mengenalkan kesenian khas Kota Probolinggo sejak usia dini.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian tidak harus berhenti pada festival, tetapi dapat dimulai melalui pendidikan, komunitas, pertunjukan, dokumentasi, dan pengenalan budaya kepada generasi berikutnya.
Mengapa Jaran Bodhag Penting bagi Probolinggo?
Jaran Bodhag memiliki beberapa nilai penting bagi identitas daerah:
- Identitas budaya โ menjadi salah satu kesenian yang melekat dengan Kota Probolinggo.
- Warisan antargenerasi โ pengetahuan mengenai bentuk pertunjukan, musik, kostum, dan properti dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
- Seni pertunjukan โ menggabungkan gerak, musik, kostum, properti, dan arak-arakan.
- Dokumentasi sejarah โ memberikan gambaran mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat Probolinggo.
- Potensi edukasi dan pariwisata โ dapat menjadi materi pengenalan budaya lokal bagi masyarakat dan pengunjung.
Jaran Bodhag dalam Ekosistem Budaya Probolinggo
Jaran Bodhag merupakan salah satu bagian dari kekayaan budaya Probolinggo. Ia dapat dipelajari bersama berbagai unsur identitas daerah lainnya seperti Glipang, Kerapan Sapi Brujul, Kembang Lamaran, tradisi masyarakat, musik tradisional, kuliner, bahasa, serta budaya Pendalungan.
Dengan dokumentasi digital yang baik, setiap kesenian tersebut dapat saling terhubung menjadi sebuah pengetahuan yang lebih besar mengenai Probolinggo Raya.
Kesimpulan
Jaran Bodhag Probolinggo adalah kesenian tradisional berbentuk seni pertunjukan dan arak-arakan yang menggunakan kuda tiruan sebagai ciri utamanya. Kesenian ini berkembang dari tradisi Jaran Kencak, menggunakan berbagai instrumen musik tradisional seperti kenong teloโ dan sronen, serta memiliki kostum dan properti yang khas.
Jaran Bodhag telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2014 dengan domain seni pertunjukan dan wilayah budaya Kota Probolinggo.
Bagi Probolinggo, Jaran Bodhag bukan hanya sebuah pertunjukan. Ia merupakan bagian dari memori budaya, identitas masyarakat, dan warisan pengetahuan lokal yang perlu terus didokumentasikan, dipelajari, dan diwariskan.
Data Singkat
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama | Jaran Bodhag |
| Asal | Kota Probolinggo, Jawa Timur |
| Bentuk | Seni pertunjukan dan arak-arakan |
| Ciri utama | Kuda tiruan |
| Bahan properti | Rotan dan kayu |
| Musik | Kenong teloโ, sronen, dan instrumen pendukung |
| Kategori WBTB | Seni Pertunjukan |
| Nomor SK | 270/P/2014 |
| Tahun penetapan | 2014 |
| Pengampu budaya | Masyarakat Probolinggo |
Eksplorasi konten lain dari PT Probolinggo Digital Pratama (Perseroan Perorangan)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
0 Comments